Jumat, 18 Maret 2016

Bukan Makna Sebenarnya

Aku tak berhak berprasangka atas segalanya. Terserah, yang aku tahu hanya aku telah menelantarkan sebagian. Apa lagi yang ingin kau tuntut?

Sampai suatu saat jiwaku terhempas, bukan, maaf aku keliru. Maksudku, jiwaku dihempaskan dengan sengaja oleh diriku sendiri. Walau aku tak tahu tujuanku saat itu.

Saat aku sedang menuju kematian, saat itu juga aku melihatmu di ujung jalan sana. Seorang diri. Berlutut menghadap yang tak pasti. Aku ingin menghampiri. Tapi, yang kulakukan malah aku memilih pergi. Biarlah, aku sudah tak peduli. Setidaknya itu yang dikatakan otakku, bukan hati ini.

Saat aku sudah diambang kematian, aku menyadari satu hal. Bukan kapalnyalah yang ingin kau bangun terlebih dahulu, tetapi mercusuar. Semua sudah kau atur sedemikian rupa, meninggalkanku dengan segala penyesalan-penyesalanmu.

Dan, suatu saat kau akan mengerti tentang apa kisah ini kutulis...

Senin, 14 Maret 2016

Aku Selesai, Kawan

Aku selesai, kawan
Aku tak ingin lagi
Aku tak mampu
Berusaha pun aku, semua seakan sia-sia
Niatku sudah jelas dari awal
Aku tak ingin lagi

Aku selesai, kawan
Usahamu kan ku hargai
Nasihatmu kan ku kenang
Tapi aku tetap pada pilihanku
Aku tak ingin lagi

Aku selesai, kawan
Jika aku mulai menjauh darimu
Tolong ingatkan aku
Jika aku mulai merasa kalut
Tolong hibur aku
Jika pilihanku memang harus menyelesaikan semua ini
Tolong dukung aku

Jangan jauhi aku, kawan.

Selasa, 02 Februari 2016

Menikmati Penyesalan

Kuteringat beberapa bulan lalu. Di saat kita sama-sama sedang merencanakan sesuatu. Begitu menggebu-gebunya. Sampai orang disekitar merasa risih dengan kehadiran kita. Aku--salah satu otak dari rencana besar ini.

Apa yang kau tunggu?

Aku menunggu sesuatu.

Untuk apa?

Untuk dapat menghapus kesedihanku saat ini.

Boleh aku tau, sesuatu yg kau maksud apa?

Waktu. Aku menunggu waktu. Kata orang, waktu mampu menjawab semuanya dan menghapus kesedihan, juga kegelisahan hati.

Jika tidak?

Aku akan tetap menunggu.

Mengapa?

Karena orang yang bilang begitu ialah orang yang sangat kupercaya selama ini.

Jika ia berbohong?

Aku akan tetap percaya padanya.

Walau kau tau ia berbohong?

Iya.


Senin, 01 Februari 2016

Melangkah

Melangkahlah
Terserah, mau maju atau mundur
Terserah, mau ke tempat ramai atau sepi
Terserah, mau belok atau lurus
Terserah, mau lanjut atau balik lagi ke asal

Ketika aku menyadari bahwa aku tersesat, telah memilih arah yang salah, saat itu juga aku memutuskan untuk tetap pada arah itu. Walau aku tak tau ke mana arah itu akan membawaku.

Dan sampai pada akhirnya, ketika jalanku buntu, di mana aku benar-benar tak menemukan jalan lain lagi untuk melanjutkan perjalanan, aku dituntut untuk membuat pilihan, lagi.

Kembali menuju arah pulang, atau kembali menuju arah yang belum pernah ku lalui sebelumnya? Percayalah, kita tidak pernah salah dalam melangkah, hanya keliru. Dan kau akan mengetahui perbedaannya, segera.

Jumat, 08 Januari 2016

Rumput yang Melambai

Semua berteriak
Berteriak dalam perjuangan semu
Mereka memilih caranya masing-masing
Walau tak sama tetapi ada

Aku?
Jangan kau tanya
Aku sudah tak mampu
Bersuara sajapun aku tak bisa

Siapa yang selalu ku salahkan?
Aku menyalahkanmu dan akan selalu begitu
Egois memang
Tapi tak apa, rumput yang melambai di padangnya tak pernah menghiraukan rumput lain yang terinjak

Menyenangkan memang
Menjadi rumput yang terus bisa melambai
Dan mampu untuk tidak menghiraukan sekitar

Ketika hujan datang, keadaan mereka sama
Sama-sama basah
Tetapi yang terinjak tadi mendapat dua kali lipat perihnya

Aku?
Aku lebih ingin hidup seperti jalanan aspal
Jika hujan, jalanan semua akan basah dan menimbulkan genangan air
Jika terinjak, jalanan sekitarnya juga akan kena cipratan

Mereka sama, mereka imbang, mereka menjadi satu
Hal itulah, yang ingin ku cari
Tapi sayang, aku terjebak di tempat yang salah
Sangat salah
Bukan di padang rumput ataupun di jalanan aspal
Padang pasirlah tempatku berada saat ini
Dan pedihnya, tak ada satupun yang tau.

Selasa, 05 Januari 2016

Berawal dari Pertemuan Singkat

Semua berawal dari pertemuan singkat
Dan berakhir begitu saja
Meninggalkan pengalaman, juga kenangan
Bersama kita berjuang

Melangkah dengan penuh gairah
Tak kenal goyah walau badai tengah menanti di atas sana
Tujuan kita sama, puncak Gunung Marapi
Disetiap tetesan keringat terdapat cerita yang dapat dikenang
Iya, cerita yang hanya kita yang tau
Dan hanya kita juga yang mengerti
Dinginnya malam tak boleh mematahkan semangat
Karena kita sedang mengukir cerita
Setiap tetesan keringat yang jatuh, sangat berharga
Meninggalkan kenangan kita di atas sana
Sesampainya di puncak, aku tak mampu berkata
Menikmati dan mensyukurinya saja sudah lebih dari cukup
Dingin yang menusuk sampai ke tulang, mampu mendiamkanku beberapa saat
Sampai akhirnya, mereka memutuskan untuk mengambil beberapa foto
Menulis sesuatu untuk seseorang di atas kertas, lalu... cekrek!
Terciptalah saksi bisu
Saksi bisu bahwa mereka telah sampai di 2891 mdpl

Tunggu Apa Lagi?

Kau boleh lihat sekeliling
Tak ada yang memaksamu
Untuk melihat indahnya ciptaan Tuhan

Tapi sayangnya
Yang kau lakukan hanya melihat
Kau tidak mampu mengaplikasikannya
Seandainya kau mampu, kau akan mendapatkan banyak

Sebanyak apakah banyak itu?
Akupun tak mampu menerka
Lakukan sajalah, maka kau akan mengetahui seberapa banyak yang aku maksud

Jangan kau sia-siakan masa mudamu
Hanya untuk terpaku pada hal-hal biasa

Keluarlah
Dunia ini begitu luas
Beranikan dirilah
Tak ada yang mampu melarangmu jika kau sudah berniat
Ambil resiko itu
Karena resiko akan tetap selalu ada disetiap langkahmu

Jangan takut
Karena di luar sana banyak teman senasibmu
Jika kalian bersatu, Ia akan menjadi cerita baru
Yang bisa kau ceritakan ke orangtuamu, saudara kandungmu, teman-temanmu
Bahkan ke anak-cucumu kelak.

Let's take a risk, make history!