Selasa, 02 Februari 2016

Menikmati Penyesalan

Kuteringat beberapa bulan lalu. Di saat kita sama-sama sedang merencanakan sesuatu. Begitu menggebu-gebunya. Sampai orang disekitar merasa risih dengan kehadiran kita. Aku--salah satu otak dari rencana besar ini.

Apa yang kau tunggu?

Aku menunggu sesuatu.

Untuk apa?

Untuk dapat menghapus kesedihanku saat ini.

Boleh aku tau, sesuatu yg kau maksud apa?

Waktu. Aku menunggu waktu. Kata orang, waktu mampu menjawab semuanya dan menghapus kesedihan, juga kegelisahan hati.

Jika tidak?

Aku akan tetap menunggu.

Mengapa?

Karena orang yang bilang begitu ialah orang yang sangat kupercaya selama ini.

Jika ia berbohong?

Aku akan tetap percaya padanya.

Walau kau tau ia berbohong?

Iya.


Senin, 01 Februari 2016

Melangkah

Melangkahlah
Terserah, mau maju atau mundur
Terserah, mau ke tempat ramai atau sepi
Terserah, mau belok atau lurus
Terserah, mau lanjut atau balik lagi ke asal

Ketika aku menyadari bahwa aku tersesat, telah memilih arah yang salah, saat itu juga aku memutuskan untuk tetap pada arah itu. Walau aku tak tau ke mana arah itu akan membawaku.

Dan sampai pada akhirnya, ketika jalanku buntu, di mana aku benar-benar tak menemukan jalan lain lagi untuk melanjutkan perjalanan, aku dituntut untuk membuat pilihan, lagi.

Kembali menuju arah pulang, atau kembali menuju arah yang belum pernah ku lalui sebelumnya? Percayalah, kita tidak pernah salah dalam melangkah, hanya keliru. Dan kau akan mengetahui perbedaannya, segera.