Kali ini aku mau berbagi kisah tentang persahabatan yang aku jalin selama di Pontianak. Kenapa? Karena hari ini tanggal 15, tepatnya jam 15.00 aku akan kembali ke kampung halaman, Medan, untuk melanjutkan pendidikan, dan itu artinya aku harus meninggalkan kota Pontianak untuk beberapa saat. Sedih sih, tapi ya mau gimana lagi, papa bilang, "gak papa ci, berpisah demi kesuksesan".
Amat sangat banyak sekali kenangan-kenangan yang gak akan pernah bisa aku lupakan selama dua tahun berada di kota Khatulistiwa ini, saking banyaknya, kayanya ga mungkin aku tulis semuanya disini, jadi ya beberapa aja. Diantaranya....
1. Perteman-akraban
Kami, atau biasa dikenal dengan EXPOSTpapida (EXecutive People Of Science Two-para penghuni ipa 2), sudah bersama-sama selama dua tahun, dan menurut aku pribadi, rasa kebersamaan dan kekompakan satu sama lain baru kerasa pas di akhir-akhir kelas 11 sampai sekarang. Nyesel, nyesel banget, kenapa gak dari awal kelas 11 aja kita kompaknya??? Ya, kami juga butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan teman-teman yang kami anggap baru. Aku, sebagai murid yang baru masuk di kelas 11, awalnya ngerasain "wah, ini kelas bakalan gak asik nih" tapi lama kelamaan perasaan kelas gak asik berubah menjadi "aku jatuh cinta sama
Banyak perubahan yang terjadi di anak-anak ipa 2 dari kelas 11 sampe 12. Ntah itu dari penampilan atau sifat. Yap, aku suka sifat orang Pontianak, terutama anak-anak ipa 2 yang apa adanya. Kalo ada bilang ada, gak ada bilang gak ada, mereka nggak gengsian, itu yang paling berbeda dari temen-temen di tempat lain yang pernah aku kunjungi. Mau liat perbedaan anak-anak ipa 2 dari kelas 11-12? Here's the picts....
ini foto pas kelas 11...
yang ini foto kelas 12.
Well, did you see the differences? Yap! foto pertama lebih kayak ke-alay-kamseupay-an, foto kedua lebih dewasa haha.
2. Per-sahabat-an
I feel so lucky bisa bersahabat dengan anak-anak ipa 2. Beruntung banget banget banget! Aku juga punya 2 orang teman sahabat yang udah aku anggap kayak keluarga sendiri. kemana-mana selalu bertiga. Mereka adalah Putri dan Semah. Yes! Kami punya beberapa persamaan, juga beberapa perbedaan. Kisa-kisah persahabatan kami lebih indah dari pada kisah percintaan kami hahaha. Walaupun kami serig ada pertentangan, itulah yang bikin kami makin kenal satu sama lain dan belajar untuk bisa saling mengerti. Diantara kami bertiga kayanya yang paling cengeng itu aku. Kenapa? Masa pas mau perpisahan sama anak Expost, aku nangis mereka malah ketawa cengengesan, kampret emang -_- intinya itu, mereka ga bisa nangis, malu katanya -_- eh, udah ah, mari kita bahas ke topik yang lebih penting lagi. Pernah waktu itu aku sama Semah berantem cuma karna masalah sepele, jadi, udah seminggu lebih aku ga teguran sama dia, lebih tepatnya udah 2 minggu. Selama itu, kami bukan pure diem-dieman sih, cuma suka gengsi, pada gak mau minta maaf duluan, masih ngerasa aku yang benar semah yang salah atau sebaliknya, egois memang haha. Tapi gak cuma disitu, teman-teman juga suka iseng ngacauin kami berdua, terutama Maul, dialah dalang dari segala dalang. kenapa aku bilang gitu? sebenernya maksud Maul itu emang baik mau mempersatukan kami kembali (ceilah) tapi caranya kurang tepat. Waktu aku dan Semah berantem selama 2 minggu itu, kerjaan Maul tiap harinya, gak terlepas dari ngomong gini, "suci, Semah kangen" dan sebaliknya, padahal diantara kami berdua gak ada yang ngomong gitu. Hih! emanglah haha. Tapi berkat kerja-keras-Maul-yang-tak-kunjung-padam-lah yang bikin aku dan Semah baikan, tapi tetep, baikannya ditempat yang sepi biar orang-orang gak tau, kenapa? ya karena malu. -_- Waktu itu aku inget kami baikan pas hari Valentine, di depan lab. bahasa. Aaaa so sweet yaaah :')
Foto Semah
kalo sama Putri sih, aku jarang berantem, ya paling cuma salah paham aja seringnya. Kemungkinan kami berantem itu kecil karna sifat egois aku lebih tinggi dari Putri, jadi ya, mau gak mau Putrinya yang ngalah hahahaha. Beda kalo sama Semah, kami berdua tu punya gengsi yang amat sangat tinngi untuk minta maaf dan egois kamipun juga sama-sama tinggi :| Jadi, yaaa, begitulah. Oiya, kalo aku dan Putri juga pernah dimusuhin Semah cuma karna kami ninggalin dia di suatu tempat dan panas-panasan. Waktu itu kami sekelas ada acara foto untuk buku tahunan, ngumpulnya di rumah Rina, Semah dengan sendiri menuju ke Rumah Rina yang awalnya kami udah nyampe duluan. Tapi pas Semah masuk, dia langsung bilang "Sumpah ye, kitak tu jahat, ninggalin kamek panas-panasan. aku telfon gak diangkat. Sumpah ye kitak tu jahat. Sumpah". Dan seperti biasa, kami coba untuk menjelaskan semuanya tapi hasilnya Nihil. Semah masih bertahan dengan egonya sendiri. Keesokan harinya, pas di sekolah, aku sama Putri mau minta maaf jke Semah tetapi butuh waktu yang sangat lama, dan harus di sogok permen lolipop Mil**kita dulu baru mau maafin (haha engga ding). Jadi ya, dengan gagah-berani kami samperin Semah, kacau-kacauin dia dengan ngasi dia Mil**kita, dan akhirnya dia mau maafin kamiiiih. Huehehehe :D itulah dia, masa-masa masih kekanak-kanakannya kami, padahal udah SMA haha. But I love being young.
Foto Putri
3. Per-cinta-an Per-suka-an
Jadi gini, ehem.. Selama dua tahun berada di Pontianak, mustahil dong gak ada cowo yang aku kagumi? Pasti ada, dan itu gak sedikit HAHAHA. Jadi mulai dari kelas 11, ada abang kelas yang aku taksir dan itu adalah orang pertama yang aku suka di Pontianak, kelasnya disebelah kelas aku :3 namanya Sep**tian. Hari-hari di sekolah rasanya makin berwarna aja sejak aku tau dia. Tapi setelah tau dia bakalan keluar dari sekolah karna harus melanjutkan pendidikan (kuliah) jadi hari-hariku yang tadinya berwarna jadi berubah menjadi abu-abu. Aduh!
Dan Alhamdulillah, aku bisa move-on dari Sep**tian, aku ngelirik adek kelas namanya A*mi, dia itu yaaa sebelas-duabelas-lah sama Sep**tian, cuma A*mi lebih pendek dari doi. Iya sih, walaupun prinsip aku "ogah sama adek kelas" tapi apa salahnya kalo cuma hanya sekedar menyukai? haha. Gak ada salahnya kan? Gak ada dong. Tapi, setelah lama-kelamaan aku mulai bosen liat wajah dia, jadi ya, taulah zodiak Cancer, orangnya mudah bosen, jadi aku berpindah kelain hati. Yaitu ke, guru PPL -_____- namanya Iwan. Gak tau aku kenapa aku bisa suka sama dia. Heran pulak sekkarang haha. Jadi si pak Iwan kita skip ajalah--------------
Setelah beberapa bulan gak semangat sekolah, eeeeh taunya ada temen sekelas yang tiba-tiba aku jadi suka sama dia, gak tau kenapa haha. Namanya..............A*****bi. Jadi waktu itu aku cuma cerita ke Putri Semah aja kalo aku suka sama dia. Tapi ternyata eh ternyata, yang namanya sahabat kalo mulutnya udah gatel pengen ngebongkar rahasia--walaupun sebenernya bukan mereka yang bocorin, melainkan aku sendiri--dan terbongkarlah rahasia itu, pertama ke Icang, lalulah menyebar rahasia itu ke seluruh dunia. Gawat! Tapi gak papalah, A*****bi pun orangnya baik, ya walaupun temen-temen pada bilang dia sok cool hahaha, tapi yang jelas dia baik kok, pinter, siswa teladan (menurut aku), dan sispek (menurut aku juga) -_-
Btw, berhubung dari kisah nomer 1 dan 2 tadi aku kasih foto, kisah nomer 3 ini gak usah ya, soalnya nanti kalo aku masukin foto mereka, makin banyak lagi yang suka sama A*****bi dll. Kan bahaya haha :P
Tapi ya, yang namanya masa-masa SMA kata orang-orang adalah masa-masa terindah dalam hidup. Ya! Bener! Banget! Terimakasih teman-teman EXPOSTpapida yang udah bersedia nerima aku di kelas selama kurang lebih dua tahun ini dan mau jadi teman dan sahabat aku juga. Aku akan selalu merindukan kalian, jangan lupain aku yaaa. Maafin aku kalo selama ini ada bikin kalian jengkel dll. Semoga kita sukses dikemudian hari dan reuniannya bawa anak-anak kalian, nanti kita bisa tuker-tukeran anak :P hahaha.
Ini ada beberapa hadiah yang mereka kasih buat aku, dan aku sangat menyukai hadiah-hadiah dari mereka. Kenapa? karena aku menginginkan dan membutuhkannya!
Well, yang paling penting dari semua ini adalah, Terimakasih banyak temen-temen EXPOSTpapida, kalian berhasil mewarnai dan mengindahkan masa-masa SMA aku. AKU SAYANG KALIAN! :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar