Senin, 10 November 2014

Curahan Hatinya

Ketidaknyamanan itu muncul. Seiring berjalannya waktu, kepedulian mereka hilang. Ia sendirian. Menanggung beban yang berasal dari mereka pun, sendirian.

Sempat ia berpikir untuk mengacuhkan segala yang menjadi tanggung jawabnya, tapi ia urungkan niat itu. Ia masih memikirkan risiko kedepan. Ia takut akan risiko. Karena itulah hidupnya selalu datar. Ia tidak nyaman akan semua keterpaksaan ini.

Di satu sisi, mereka tidak berhak mengatur hidupnya. Karena mereka, ruang geraknya terbatas. Ia stuck di tempat yang bukan lagi tempatnya yang sesungguhnya.

Kadang, keinginan untuk memberontak itu muncul, tetapi teringat akan kodratnya sebagai perempuan, ia enggan melakukannya.

Ia hanya bisa memendam, menahan amarah, dan bersikap layaknya ia tak mengapa.

Kadang ia berpikir kapan semua ini akan berakhir.

3? 4? Atau 5 tahun lagi kah?

Sungguh, ia tak sanggup. Lebih baik ia mundur daripada terus menderita. Mundur bukan berarti ia menyerah, ia hanya ingin kembali menikmati kehidupannya yang sesungguhnya. Sudah lama ia tak merasakannya.

Ia rindu akan hal itu.

(PS: bacanya jgn serius kali. Ecek-eceknya ini.)

Senin, 15 September 2014

#TeoriAdinda: Penyebab Galau Remaja

Pernah galau? Mungkin saat kamu merasa galau, salah satu hal yang kamu lakukan adalah mengunci diri di kamar sendirian, mendengarkan lagu-lagu yang mendukung suasana. Atau mungkin kamu malah mencari pisau dan tanpa disadari kamu melukai diri sendiri. Kalo kamu pernah melakukan hal itu, berarti kamu ada sedikit gangguan kejiwaan. 

Menurut kacamata saya, ada banyak sekali penyebab kegalauan. Saya akan membahas beberapa saja, yaitu:

1. Galau karena LDR

Nah, untuk dua insan sejoli yang sedang dipisahkan oleh jarak, galau pasti pernah kalian rasakan. Pacar kamu tiba-tiba gak ngasih kabar seharian, kamu galau. Pacar kamu lebih memilih menghabiskan waktu luangnya dengan bermain game online daripada ngobrol sama kamu, kamu galau. Temen pacar kamu men-tag foto dia lagi bernarsis ria dengan teman-teman seperjuangannya, kamu galau. Kamu yang biasanya setiap malam skype-an sama pacar, tiba-tiba dia gak bisa, padahal dia udah ngasih alasan yang jelas, kamu tetap gak percaya, kemudian kamu galau.

Nah, untuk alasan yang seperti ini seharusnya gak jadi masalah kalo kamu punya jurus terjitu untuk menaklukkannya. Apa jurus terjitu itu? Komunikasi dan saling percaya dengan pasangan masing-masing. Tapi, kamu juga harus bisa menjaga kepercayaan pasangan kamu. Kan sama-sama udah dewasa. Jadi saling menjaga kepercayaan aja, gitu. Kedua hal itu amat sangat penting untuk kamu para korban LDR.

Nah, disini saya ingin memberikan rekomendasi beberapa lagu untuk kamu yang galau karena LDR biar makin galau~

Dewa 19 - Kangen

Richard Marx - Right Here Waiting

Taylor Swift - Come Back… Be Here

RAN - Dekat di Hati
 
2. Galau karena Gebetan

Gebetan yang suka gak jelas, kadang ilang kadang timbul juga bikin kamu galau pastinya. Kamu di PHP-in dia, kamu galau. Kamu digantungin dengan hubungan yang gak jelas, kamu galau. Dia dekat sama cewek lain, kamu galau, padahal kamu bukan siapa-siapa dia dan kamu juga gak berhak untuk melarang dia berteman dengan siapa saja, karena kamu bukan pacarnya. Dia tiba-tiba gak ada kabar, kamu galau. Tiba-tiba setelah beberapa hari dia gak ngasih kabar lagi ke kamu, kamu stalking twitter dia, dan ternyata dia udah mention-an sama pacarnya pake sayang sayangan. Cieeee, galau kan? Selamat ya…

Jadi, intinya untuk kejadian yang seperti ini, kamu yang salah, kamu yang terlalu ke-GR-an untuk bisa dapetin dia, padahal dia hanya menganggap kamu hanya sebatas teman curhatnya. Udah, gitu aja, teman curhat. Nggak lebih.

"PHP itu tercipta karena kamu yang ke-ge-er-an." Duh, sakitnya…

Untuk kasus diatas, lagu yang cocok itu adalah, this is the one and only …

A Fine Frenzy - Almost Lover

3. Galau karena Mantan

Galau karena yang satu ini adalah galau yang paling ter-asem sepanjang sejarah, kayaknya sih, denger-denger kata orang juga. Tiba-tiba ada saat kamu teringat sama mantan pacar kamu, kamu galau. Kamu mengingat kenangan manis bersama dia, kamu galau. Kamu belum bisa move on dari dia, kamu galau. Kamu hobi men-stalking akun sosial media dia, berharap dia belum menemukan pengganti kamu, padahal udah, kamu galau. Dan ternyata, setelah stalking akun dia, kamu menemukan seorang cewek yang dipanggil “sayang” oleh mantanmu, kamu galau. Yang lebih “WAH”nya lagi, ternyata pacar barunya mantan kamu itu jauh lebih cantik dari kamu, kamu galau. Ninglah yaaaaa…..

Untuk alasan ini sebenarnya, janganlah diungkit-ungkit lagi. Dia adalah masa lalu kamu. Kamu berharap untuk bisa balik lagi sama dia, tapi ternyata dia udah lebih bahagia sama orang lain. Lupakan aja, move on coy! Masih banyak laki-laki di dunia ini yang jauh lebih baik dari dia. Jangan ngabisin waktu kamu dengan nge-flashback ke hal-hal yang gak penting lah. Hidup kamu masih panjang. Kamu mikirin dia, tapi dia gak mikirin kamu, sia-sia amat hidup kamu selama ini. Jadi, cobalah untuk mengikhlaskannya, walau terkadang berat. Cari kesibukan lain agar kamu bisa melupakannya. Let him Go, Forget On, and Move On. Sederhana, kok. :)

Untuk yang satu ini, ada banyak lagu yang ada di playlist saya, tapi akan saya rekomen beberapa aja ya….

Ne Yo - So Sick

Kerispatih - Tapi Bukan Aku

Cokelat - Luka Lama

Rocket Rockers - Ingin Hilang Ingatan

High School Musical 2 - Gotta Go My Own Way

Daniel Bedingfield - If You’re Not The One

Air Supply - Goodbye

Taylor Swift - Back to December

Dan, sekian pembahasan masalah remaja yang gak penting ini.
Selamat bergalau riaaaaaaaaa~



Senin, 25 Agustus 2014

Your Always-Be-There-Friend

Pernah gak kamu ngerasa deket banget sama teman sampe-sampe seluruh masalah yang kamu punya, kamu ceritain ke dia? Pasti pernah.

Nah, seiring berjalannya waktu, kita juga akan meninggalkan atau ditinggalkan oleh mereka. Seperti misalnya, kamu dituntut orangtua untuk pindah sekolah karena tuntutan pekerjaan orangtua kita juga. Nah, disitulah muncul permasalahannya. Kita akan terpaksa meninggalkan teman kita saat itu juga.

Seminggu berlalu, kita masih keep in touch satu sama lain. Masih bisa ketawa-ketiwi bersama, masih bisa curhat-curhatan gak jelas, gila-gilaan bareng walau hanya via telepon.

Sebulan berlalu, kita semakin jarang teleponan karena kesibukan masing-masing. Tapi kita masih bisa chatting via Facebook, itupun hanya di malam hari saat kita sama-sama sedang tidak disibukkan dengan tugas ini itu.

Sayangnya, setahun lebih telah berlalu. Kita gak pernah lagi komunikasian. Bahkan sekedar nanyain kabar-pun, nggak. Kamu punya teman baru, dan begitu juga dengan aku. Kita udah punya dunia masing-masing.

Ada saat dimana aku berniat ingin menanyakan kabar kamu gimana, tapi aku urungkan niat itu. Karena alasan seperti, gak usahlah takut ganggu, gaklah mungkin dia lagi sibuk, nggaklah mungkin dia udah lupa sama aku.

Mungkin kamu juga merasakan hal yang sama.

Akhirnya, aku memutuskan untuk menanyakan kabar kamu, via chatting. Tapi sayangnya, semuanya berubah. Kita yang sekarang bukan lagi kita yang dulu.

Dingin.
Kikuk.
Garing.

Itulah kita yang sekarang. Kita seperti orang asing. Aku gak kenal kamu, kamu juga gak lagi kenal aku.

We used to laugh and do silly things together. We were so close. But now, we do not know each other anymore. We're like strangers.

You know, I laugh and smile everytime I re-read our conversations in other social media. I miss the old you. No, I mean, I miss the time when we were still together.

I just want to thank you for accepting me as your...friend? I hope you will always remember me.

Sincerely,
Your always-be-there-friend.

Kamis, 07 Agustus 2014

Semester 1 & 2

Hai.
What's up?
Tiba-tiba aku lagi pengen nulis nih tapi gak tau mau bahas apa.
Hmmmmmm apa yaaaa.....?

Anyway, aku kan beberapa bulan lalu ada janji ya mau ngelanjutin postingan Part 2-nya pengalaman Red Tour itu kan? Nah, berhubung waktunya kurang tepat, jadi di pending ajalah ya sampe waktu yang blm ditentukan. Hehe.

Balik lagi, aku mau bahas apa ya...
Oh iya, ini aja, berhubung sebentar lagi aku dan teman-teman akan memasuki semester 3, jadi aku mau bahas tentang pengalaman yang udah aku jalani selama setahun atau 2 semester lalu. Flashback nih ceritanya.

----------------

Semester 1.

Ini adalah waktu dimana aku mencoba untuk mau gak mau harus beradaptasi dengan lingkungan baru, namanya lingkungan kampus.

Sempat aku berpikir kalo kuliah akan jauh lebih enak-santai-happy-tenang dibanding saat kita masih SMA dulu. Ternyata oh ternyata, kuliah ini gak kayak FTV di esceteve itu, jauh dari keempat sifat tadi. Apalagi kalo ngejalaninnya gak sesuai sama keinginan hati. Kitapun ngerjainnya semua serba terpaksa.

Setelah beberapa bulan menjalani semester 1, rasa tertekan didalam diri aku pun muncul. Aku bosan. Aku capek. Aku merasa seperti berada didalam lingkaran hitam, gelap, dan sempit. Ini bukan "tempatku" yang sebenarnya. Aku ingin keluar dari "tempat" ini segera. Tapi kemana? Gak ada yang tau, bahkan aku sendiripun gak tau harus "pindah" kemana.

Pernah, karena terlalu berat memikul beban ini sendiri (ceilah), aku akhirnya berbagi ceritalah ke Yara, saking seriusnya cerita ni ya, tanpa disadari air mata ini tak dapat tertahankan lagi. Banjirlah saat itu juga. Kalo gak salah sih, dulu Yara ada ngasih masukan/saran gitu sih, tapi isinya apa-pun aku gak inget. Maklum, Cancer pelupa. Tapi ajaibnya, setelah mendengar rentetan perkataan dari Yara, saya jadi semangat lagi. Ntah mantra apa yang diucapkan dia pas lg telfonan itu. Ntahlah, hanya dia dan Allah yang tau.

Oke, serius kita lagi ya.

Masa-masa indah pas ngelab itu waktu kelompok aku kena inhallen. Jadi waktu itu lagi praktikum KimDas, ada disuruh bikin Reaksi Percobaan, nah kelompok kami gak tau kalo ada reaksinya, jadi gak terbikinlah sama kami. Si aslab nanya:

"ini mana reaksi percobaannya?"

Kamipun diam seribu bahasa.

"Yaudah, kalian pulang."

JENGJEEEEEEEEEENG!!!

Nah setelah keluar dari lab, muka kami pucat semua, mulailah saling menyalahkan satu sama lain. Endingnya so sweet bingit, ada tangisan kebahagian dari kami karena udh dikasi semangat gitu sama kak Sarah. :3

Trus, pas di lab lagi nih, gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba Putri merepeeeet aja kerjanya. Kamipun bingung. Jadi si Agil lah yg kenak sama Putri, agak-agak dimarahin gitu. Trus si Agil bisik-bisik ke aku "si Putri tu marah-marah aja kerjanya. Pening aku." Hahahahahahahahahaha. Duh, kangen Agil. :')

Jadi, buat kalian yang selama ngelab gak pernah dipulangin, artinya kalian blm merasakan gimana GREGETnya lab itu. Belum merasakan asam manis kehidupan di lab. Hiiiiiii, nyesel ya? Cie.

Jadi, di semester 1 ini intinya mungkin sifat SMA kami masih kebawa-bawa, masih suka main-main, gak serius dlm belajar, dll lah.

----------------

Semester 2.

Nah, di semester ini beda lagi. Di minggu-minggu pertama kuliah, bangku masih penuh tuh, eeeeeh pas di pertengahan sampe akhir jadi lebih banyak bangku kosong drpd yang terisi. Teman-teman yang dulu semangat-semangatnya masuk kampus, sekarang jadi makin semangat lagi stay di kost mereka. Peninglah.

Dan parahnya lagi, itu terjadi sama aku juga. Sejak semester 2, aku jarang masuk kuliah yang jam pertama. Kalo ada satu hari yang cuma diisi dengan satu mata kuliah aja, dengan bahagianya aku menambah hari liburku sendiri. Mungkin karena di Fisika ini kami udah satu rasa, satu hati, dan satu jiwa, jadi satu bolos semuapun ikut bolos. Hanya orang-orang beriman aja yg masih bisa bertahan (bc: gak pernah bolos) di semester 2, seperti Yara contohnya. *standing applause*

Mungkin, sebagian dr mereka yang bolos itu, mereka lebih milih belajar buat mempersiapkan sbmptn lagi dirumah/kost nya. Iya, ada bbrp dr tmn2 aku ini yg mau ngulang SBMPTN lagi.

Oh iya, ngomongin soal pertemanan di kampus, ada yg bilang gini:

"aku cik, kalo bukan karena kawan-kawan, udah keluar aku dari Fisika ini. Kawan-kawanlah yang buat aku mau bertahan disini." -Zega.

Ada benernya juga yg dibilangnya ya. Kalo mata kuliah aja udah seberat ini di kampus, trus hubungan pertemanannya kayak anak Ekonomi, stress jugak awak lama-lama di kampus ini.

Allah Maha Adil. Allah gak akan menguji hamba-Nya diluar batas kemampuan kita. Kita boleh aja "tersiksa" sama tugas-tugas, jurnal, lab, dll, tapi selama kawan-kawan masih selalu peduli satu sama lain, kayaknya semua akan berakhir dengan indah. Cie. :'''''')

Jadi, itu aja sih pengalaman aku selama satu tahun terakhir di kampus. Sampai jumpa dipostingan berikutnya.

Bye.

Jumat, 01 Agustus 2014

#TeoriAdinda: Cinta Pandangan Pertama?

Percayakah kalian dengan cinta pandangan pertama, atau biasa orang batak bilang, love at the first sight?

Saya tidak. Kenapa?

Karena menurut saya, saat kalian bertemu dengan orang asing untuk pertama kalinya, dan tiba-tiba ada rasa yang tak biasa, itu bukan rasa cinta, melainkan rasa kagum. Ya, kalian mengagumi orang asing tersebut sebelum kalian mencintainya.

Nah, biasanya ending dari kagum pada pandangan pertama itu ialah kalian bisa menjadi kekasih dari orang asing tersebut atau mungkin malah menjadi secret admirer-nya. Dan biasanya para secret admirer ini sering menyesal dikemudian hari, lho. Hiii.

Jadi, kesimpulan dari #TeoriAdinda diatas adalah... silahkan simpulkan sendiri!

Bye! ✌

Kamis, 12 Juni 2014

#REDTourJKT 2014


“SELAMAT MALAM! I’M TAYLOR, WELCOME TO THE RED TOUR!!!”-- adalah kalimat greeting Taylor saat membuka shownya di RED Tour Jakarta.


Hello everyoneeee!!! Udah sekian bulan lamanya aku gak nulis disini lagi. Dan itu beralasan, karna aku berniat untuk nulis lagi setelah mendapat pengalaman di #REDTourJKT. Banyak orang bilang “Jika ingin mimpimu terwujud, caranya simple aja, Usaha dan Berdoa”.  Dan aku rasa memang benar. YAIYALAAAAAAAAAH. Aplikasi “teori” ini aku dapat dalam the unforgettable 3 days experience of my life di kota orang. Ehehehehehe :3

Ceritanya berawal pada bulan Januari, aku mendengar desas-desus kabar yang mengatakan bahwa idolaku akan mengadakan tour-nya di Asia, tapi aku belom begitu yakin apakah Indonesia menjadi salah satunya atau nggak. Karena di konser sebelumnya, Indonesia belom bisa mendatangkannya. Dan beberapa hari kemudian, muncullah ice cream Cornetto yang ber-bungkuskan gambar Taylor Swift. Disitu keyakinanku bahwa Taylor akan datang ke Indonesia meningkat menjadi 65%, yaaa walaupun belom ada info apa-apa dari Cornetto, bahkan promotornya siapa-pun aku gak tau.

Beberapa hari setelah mendapat “kode” dari Cornetto, kalo ga salah itu dibulan Februari, akhirnya Taylor mengumumkan #REDTourAsia-nya di Youtube. AND YOU KNOW WHAAAAT???!!!! SHE SAID "JAKARTA"!!! YESSS JAKARTA MASUK DALAM LIST #REDTourAsia FOR THE VERY FIRST TIME! I WAS SOOOO MUCH EXCITED! Kebetulan waktu pengumuman REDTourAsia, aku masih di Pontianak, waktu itu mama baru pulang dan pas mama buka pintu, I HUGGED HER AND SHOUTED “MAAAAA, TAYLOR MAU KESINI MAAAAAAAAA!!!” then I hugged her again, I kissed her and I said “BOLEH KAN MAAAAAA???!!!” then she replied, “boleh apa?” I answered “NONTON MAAAAAAAA”, but she didn’t replied me. Dan aku tanya berulang kali, akhirnya mama senyum dan diam tanpa kata. Cuma senyum aja. For me, silent means yes! YEAAAAH!! I WAS SO HAPPY AT THAT TIME! Btw kalo aku tanya sama papa, papa biasanya ngebolehin aja, asal masih bisa menjaga kepercayaan papa  ;). Honestly, waktu Taylor ngumumin konsernya di Jakarta, aku belom siap nerima kenyataan bahwa bisa gak ya aku nonton. Jujur, waktu itu tabungan yang aku simpen untuk jaga-jaga kalo Taylor konser disini-pun udah terpake ntah untuk apa. 
And I feel like…
 But, who cares with the money? we can looking for it before the-day :p. Setelah pengumuman #REDTourAsia, yang paling utama aku lakukan adalah nyari temen yang mau berangkat sama-sama dari Medan. Dan alhamdulillah dapet. kami dari Medan ada 7, 4 swifties berangkat bareng, 3 swifties berangkat masing-masing. 

Setelah pencarian temen, akhirnya pengumuman pembelian tiketpun diumumkan. Tapi sayangnya, pembelian tiket online harus diundur sebanyak 3 kali dari pihak promotor. Alasannya apa? Kurang tau juga. Jujur sih, sangat disayangkan #REDTourJKT dipromotorin sama @ECEnterta*nment dan ticketing di handle sama @LA_mus*cst*re, karena menurut aku, kerjaan mereka gak beres, sering bikin Swifties kecewa dengan sistem yang mereka pakai. But, walau bagaimanapun juga, aku tetep harus mengucapkan Terimakasih kepada promotor untuk mau mendatangkan Taylor Swift. Kalo gak karena kalian, mungkin Taylor gak akan singgah ke Indonesia untuk tur RED-nya. Terimakasih.

Oke, balik ke pembelian tiket. Saat pertama kali pembelian tiket online dibuka, kami gak kebagian tiket karena udah ke-sold out duluan dan kamipun putus asa. Karna saking takut bener2 gak dapet tiket, kami langsung mencari orang yang bisa bantuin untuk dapetin tiket di twitter. Dapet pula, Alhamdulillah, waktu itu temenku yang ngurus tiket langsung mentransfer uang ke "calo" tersebut. Oke, tiket aman.

Lanjut ke tiket pesawat, saat itu kami memutuskan untuk memesan tiket pesawat sebulan sebelum keberangkatan, dan akhirnya dapet. Kami berangkat di tanggal 3 Juni dan pulang tanggal 5 Juni. Oke, tiket pesawatpun aman.

Lanjut ke penginapan, kami menncari penginapan yang terdekat dari MEIS Ancol tempat konser diselenggarakan. Kami searching di google dan dapet di daerah Mangga Besar. Kami booking kamar untuk rombongan. Dan Alhamdulillah, urusan penginapan pun beres!

Lanjut ke merchandise-nya. Nah, pas pemesanan merchandise ini kami memutuskan untuk menempah baju RED Tour dan tas di tempat online shop berbeda. Karena kami memesan merchandise nya beberapa minggu sebelum konser, maka yang hanya bisa selesai sebelum konser cuma baju, tasnya yaudah kami pasrahkan aja untuk tidak membawa masuk tas itu ke dalam venue. :(. Alhamdulillah sih, bajunya udah selesai.

Setelah menunggu konsernya berbulan-bulan, akhirnya sudah H-2. Di H-2 kami memutuskan untuk menginap di rumah salah satu Swiftie untuk berangkat sama ke bandara karna kami berangkat jam 7.50, takutnya kalo berangkat masing-masing malah gak sempet dan bisa-bisa ketinggalan pesawat. jadi menginaplah kami semalam itu.

H-1 pun tiba. kalo gak salah jam setengah lima pagi kami udah bangun. Dan tiba-tibaa...........JENGJEEEEENG!!! Temen kami dapat kabar dari calo tiket konser, katanya dengan sangat terpaksa dia bilang tiket kami gak ada dan uang akan segera di refund! DEGGG!!
BAYANGKAN, SODARA-SODARA!!! KABAR BAHWA UANG DI REFUND BARU DIKASITAUNYA PAS H-1!  INI GIMANA??? kamipun bener-bener putus asa seputus-putusnya <//////3 mau nangispun udah ga bisa lagi. Kegembiraan yang seharusnya ditampakkan saat H-1 berubah menjadi gloomy face. AKU. GAK. TAU. HARUS. GIMANA. Mau bilang ke orangtua kan gak mungkin yaaaa. Secara gitu yaaaaa, kalo cerita ke mereka nanti yang ada malah mereka yang paling heboh sedunia liat anak-anaknya terlantar di Jakarta sana (ini hubungannya apa?) -___- Mau men-cancel keberangkatan-pun percuma, karna tiket pesawat udah terbeli. yaaa mau gak mau harus berangkat dengan tanpa adanya tiket konser itu :( 

Tanpa berpikir panjang, disepanjang perjalanan Medan - Kualanamu, tangan kami tak henti-hentinya memegang hape masing-masing untuk mencari tiket konser dari swiftie yang ga jadi nonton. Dapet sih, tapi yaaa, namanya juga Indonesia, lebih mending cari untung ketimbang temen. Kenapa? Mereka mematok harga tiketnya gak manusiawi. Misal harga tiketnya sejuta, dengan sangat tidak menyesalnya dia mematok harga sampe dua juta bahkan lebih. Kami bingung, pening, otakpun buntu, galau, yang tadinya hati udah retak karena mikirin orang yang udah bersama orang lain, malah makin hancur lagi gara-gara mikirin tiket ini. tapi kami harus tetap gigih menscrolling timeline twitter kami untuk mencari penjual yang cocok sama kami. ternyata gak ada juga. -----------------

Sesampainya di Jakarta, kami tetap dengan muka sedih, muram, gelisah, galau, merana karna belum kedapetan tiket. ini udah H-1, di siang hari. Kami memutuskan dari bandara Soetta langsung ke penginapan dulu untuk istirahat sejenak sambil tetep mencari tiketnya.
Setelah sampai di penginapan, kami meletakkan tas bawaan kami, lalu rebahan sebentar dan menyusun rencana abis dari penginapan mau kemana. Dan kami memutuskan untuk survey ke tempat konsernya di MEIS (Mata Elang Internasiona Stadium) Ancol.

Sesampainya di Ancol, niatnya kami mau nyari calo yang ada disana, eeeeh ternyata masih belom ada. MEIS nya masih sepi. yaudah, kami hopeless saat itu. Tapi, gak hopeles-hopeless kali sih, disana kami sempetin untuk selfie bareng buat jadi kenang-kenang nanti pas udah pulang ke Medan.


---Updated on July 2021, Seven years later. LOL---

Long story short, WE FINALLY GOT THAT DAMN TICKETS!!! Emang rencana Tuhan ga ada yang pernah tahu. Kalo udah rezeki emang ga akan ke mana. Jadi tiket yang kami dapet itu dari beberapa swifties yang memutuskan membatalkan rencananya untuk menonton konser Taylor Swift, ada yang karena tidak diizinkan orangtuanya, ada juga karena BU, dan lain sebagainya.

*PS: karena aku emang anaknya kalo nonton konser harus bener2 fokus sama euforia dan ga suka kayak mengabadikan momen terlalu sering, jadi utk video yg aku punya juga ga terlalu banyak. Jadi memory itu aku kenang di kepalaku aja hehehe. Dulu, tahun 2014 emang lagi jamannya tongsis ya, jadi pas nonton konser itu aku rada terganggu sama tongsis2 penonton lain yang menghalang aku melihat Taylor Swift straight to her face. But, what can I say is wajah aslinya Taylor Swift kalo dilihat langsung anjir mulus banget GILA. KAYAK BONEKA, SUMPAH!!! I STILL REMEMBER THAT FACE THO UNTIL NOW, 2021. I still can feel that goosebumps around my whole body when I saw her closely. OH GOD. WHAT AN EXPERIENCE! WHAT AN UNFORGETTABLE MOMENT!


Selanjutnya, biarkan foto-foto yang berbicara....

A night before our flight to Jakarta



A day before the show, kita lagi "survey lokasi"ceritanya


Our tickets!
We were on Silver, standing fest and closer to the stage


4 hours before the show

Before the show we took a groupie


We were waiting for Taylor Swift.
Already inside the venue, then we took a groupie again


After The Incredible Show
Baju basah karena keringat abis jingkrakan, suara abis, capek.
Tapi BAHAGIA



The compilation



And these are the only video I have ...

                                            The song tittle is Holy Ground



When Taylor said "Terima Kasih"


                                            When she sang "Red", one of my favorite song



Well, that's it! my beautiful yet unforgettable journey and memories I have when I was teen. I adore her for the rest of my life. <3

Minggu, 23 Maret 2014

My Feeling Now

tadinya sih lagi mood ngeblog tapi gak lagi gara-gara kepikiran jurnal...

itu aja, sih. bye~