Senin, 30 November 2015

If This Was a Movie

Last night I heard my own heart beating
Sounded like footsteps on my stairs
Six months gone and I'm still reaching
Even though I know you're not there

I was playing back a thousand memories, baby
Thinking 'bout everything we've been through
Maybe I've been going back too much lately
When time stood still and I had you

Come back, come back, come back to me like
You would, you would if this was a movie
Stand in the rain outside 'til I came out

Come back, come back, come back to me like
You could, you could if you just said you're sorry
I know that we could work it out somehow
But if this was a movie you'd be here by now

I know people change and these things happen
But I remember how it was back then
Locked up in your arms and our friends are laughing
'Cause nothing like this ever happened to them,

Now I'm pacing down the hall, chasing down your street
Flashback to the night when you said to me,
"Nothing's gonna change, not for me and you,
Not before I knew how much I had to lose."

Come back, come back, come back to me like
You would, you would if this was a movie
Stand in the rain outside 'til I came out

Come back, come back, come back to me like
You could, you could if you just said you're sorry
I know that we could work it out somehow
But if this was a movie you'd be here by now

If you're out there,
If you're somewhere,
If you're moving on,
I've been waiting for you.
Ever since you've been gone
I just want it back the way it was before.
And I just wanna see you back at my front door.

And I'd say

Come back, come back, come back to me like
You would before you said, "It's not that easy."
Before the fight, before I locked you out
But I take it all back now

Come back, come back, come back to me like
You would, you would if this was a movie
Stand in the rain outside 'til I came out

Come back, come back, come back to me like
You could, you could if you just said you're sorry
I know that we could work it out somehow
But if this was a movie you'd be here by now

You'd be here by now
It's not the kind of ending you wanna see now
Baby, what about the ending
Oh, I thought you'd be here by now, whoa
Thought you'd be here by now

Minggu, 22 November 2015

Kita Adalah Matahari dan Bumi

Tak apa jika aku diumpamakan sebagai bumi
Aku juga ingin mengumpamakanmu seperti matahari

Kita memang terpisah jauh
Kita memang tidak akan pernah bisa menyatu
Kita memang ingin untuk dapat bersama

Tapi, ketika suatu saat kita tetap ingin bersatu
Alam semesta akan hancur
Menghancurkan segalanya
Menghancurkan segala harapan dan mimpi dari orang terkasih kita
Hancur tak bersisa

Aku tak ingin itu terjadi

Tak apa kita tak bisa bersama
Tak apa kita tak bisa menyatu

Satu yang aku yakini
Dari kejauhan sana
Cahayamu akan terus memancar
Menandakan kau akan selalu ada
Menjagaku
Menemaniku
Menerangi hari-hariku

Dan kau akan selalu mengingatkanku bahwa kau akan hadir kembali
Setelah sahabat-sahabatmu, bulan dan bintang, menyinari malamku

Karena itulah mengapa aku selalu menyukai saat di mana matahari terbit

Kita memang terpisah
Kita memang tak akan bisa menyatu
Tetapi dengan keadaan seperti inilah kita akan terus bersama
Tanpa ada yang terluka
Selamanya

Jumat, 18 September 2015

Kau Datang Lagi

Kau datang lagi
Kembali membawa kenangan lama yang sudah mati-matian kulupakan
Kau datang lagi
Sekedar menyapa, menanyakan apa kabarku, bagaimana hidupku

Apa kabarmu?
Masihkah luka itu yang membawa kamu ke sini, tuk menekan hatiku lagi?
Kau ke mana saja?
Setenang apapun hidupku masih selalu ada ruang hati untukmu

Salah memang bila menyesal, ternyata sulit tuk lupakanmu

Semua yang telah kulupakan kini hadir kembali, datang lagi
Ternyata sulit tuk lupakanmu dan semua kenangan kau dan aku.

-@tulusm

Selasa, 18 Agustus 2015

Aku Ini Apa?

Tidak, aku tak setampan Tom Cruise. Akupun tidak tinggi bak Shaquille O'Neal. Jangankan tinggi, bisa berdiri tegak saja aku sudah bersyukur. Pakaianku pun tidak semewah milik David Beckam. Diberikan baju compang-camping dan sudah tidak layak pakai saja aku sudah senang, setidaknya baju tersebut masih bisa menutupi seluruh tubuhku.

Aku tidak memiliki tempat tinggal. Selama ini aku tidur beratapkan langit dan beralaskan tanah--pun kadang aku tidak tidur karena harus siaga 24 jam menjaga "kantor" majikanku. Aku heran, mengapa tak ada seorangpun yang peduli denganku? Aku memang tak sempurna, aku kaku, tidak tinggi, dan kumal, tapi setidaknya aku ada. Aku ada di dunia ini.

Bicara tentang majikan, aku bekerja untuknya. Ia tidak pernah memberikanku sesuatu. Jangankan hadiah, gaji perbulan saja aku tak dapat. Dan itu tidak jadi masalah selagi masih ada orang yang menganggap aku ada.

Tapi dibalik semua itu, aku mampu membuat majikanku senang setiap harinya karena merasa puas dengan hasil kerjaku--ya walaupun Ia tak pernah mengungkapkannya, tapi aku bisa melihat dari raut wajahnya.

Aku memiliki satu kelebihan. Aku kuat. Walau teriknya matahari membuat tubuhku lemas. Walau angin malam membuat badanku seakan tertusuk duri karena dinginnya. Aku kuat. Bahkan sampai sekarang aku kebal terhadap cuaca.

Aku juga ditakuti oleh beberapa hewan, termasuk burung-burung yang hendak mendekati "kantor" majikanku dan akan merampas segala isinya kapan saja.

Perkenalkan, aku adalah orang-orangan sawah.

Sabtu, 15 Agustus 2015

The Darkshine

Cahaya itu datang tapi bukan untuk menyinari, malah membuat sekelilingnya semakin "gelap".

Cahaya itu masih ada, bahkan masih di depan mata. Tetapi karena sesuatulah yang membuat fungsinya menjadi berubah seketika.

Ia bersinar tapi tak tampak.

Ia menyilaukan bak mentari pagi tapi tak membuat sekelilingnya terkesima.

Dan kini Ia bukan lagi cahaya yang dulu pernah diagungkan, dipuja, dan dinantikan keberadaanya.

I learned one thing about this. Don't get too excited about things that you're not sure you're gonna make it.

In the end, it will disappoint you. So much.

Senin, 20 Juli 2015

My Kinda Style

It's been a while since I wrote my latest post. For me now, blogging is not my daily or monthly activity a-ny-more. And don't ask me why, bcause I have no idea. 

I write something when I am mood--not--when I want to. Jadi kalo lagi nggak mood, ya males.

So, in this post, I will give you something "different".

This post is full of photos. Not-so-much-text or somethin'. I took this photos when Eid Mubarok is held on 2015. The 1st and 2nd day. 

If you feel something strange like "eeewww" or "wth is she doing?" when you see the photos, you are not alone, babyyyy. I feel it too. 

BUT, it's not a mistake if I want to figure myself out, right? I just want to find what myself can "do" in the other side. 

Try for something new, is it a problem?

Nope. 


You're lucky enough to be different

You're lucky enough to try something new

You're lucky enough to be brave to express yourself

You're lucky enough to be you.


So I just wanna say, "Silahkan berjijay riaaa~~~"


Sabtu, 31 Januari 2015

Rafting, Sei Bah Bolon (1/2)

Isi blog saya kali ini akan banyak foto-foto saya bersama teman-teman saat mengarungi Sungai Bah Bolon, Serdang Bedagai, pada hari Minggu 25 Januari 2015. Perjalanan kami kali ini ditangani oleh @anak_USU, dimana mereka mengadakan event #travelinus, yaitu traveling bersama Lintas USU (aka Bus USU).

Berarung jeram merupakan salah satu keinginan saya sejak lama yang Alhamdulillah akhirnya terwujud. Saya adalah tipe orang yang suka wisata yang memacu adrenalin. Sihhaaa! Sungai Bah Bolon berstatus grade 2-3 dan aman untuk rafter pemula. Beda dengan sungai Asahan yang memiliki grade 4-5. Menurut salah satu artikel yang saya baca, sungai Asahan merupakan sungai terbaik nomer 3 di dunia yang cocok untuk para rafter berpengalaman yang ingin berolahraga extreme.

Semua berawal dari keisengan belaka, saat saya men-stalking twitternya @anak_USU. Mereka sedang mengadakan event #travelinus tersebut dan ketika saya baca keterangan-keterangannya, saya merasa cocok. Tanpa pikir panjang, saya langsung menghubungi teman-teman saya untuk ikut rafting bersama @anak_USU tersebut. Dan... kemudian saya hubungi juga CP yang tertera dalam brosur online itu. Setelah mendapat informasi yang jelas, akhirnya kami booking seat untuk 3 orang.

Selfie saat sedang menunggu keberangkatan

Langsung saja, pagi itu tanggal 25 Januari kami berkumpul di Pintu 1 USU yang merupakan meeting point untuk perjalanan kali ini. Kami bertemu dengan teman-teman dari berbagai fakultas. Jam telah menunjukkan pukul 8, yang artinya kami siap untuk berangkat dari Medan ke lokasi rafting di daerah Tebing Tinggi Kecamatan Sipispis. Perjalanan ini ditempuh kurang lebih 3 jam.

Sesampainya di lokasi, kami disambut dengan ramah oleh para river guide-nya. Kami dipersilahkan untuk mengganti baju kemudian memakai perlengkapan rafting, seperti helm, pelampung, dan dayung. Di dunia rafting, dayung adalah nyawa kita (kata guide-nya, sih). Oh iya, saat rafting, kita disarankan untuk memakai sendal, bukan sepatu, atau bahkan ada yang bertelanjang kaki.

Memakai perlengkapan rafting

Nah, semua peserta sudah ready. Saatnyaaa.............

Sebelum beraksi mengarungi sungai

Dan... Ini nih yang bikin agak badmood. Ternyata lokasi tempat kami mengganti baju dan memakai perlengkapan rafting itu adalah lokasi finish-nya. Jadi, kami harus pergi lagi ke lokasi start-nya sekitar satu jam dari tempat finish. Kelima-puluh peserta rafting diarahkan ke tempat parkir untuk melanjutkan perjalanan. Kami menaiki mobil truk untuk mencapai lokasi start-nya. Mereka menyediakan 2 truk untuk perjalanan kami menuju start. Tau kelen cemana rasanya naek truk itu? Seruuuuu kali weey!




Menuju start point menaiki truk

Satu jam telah berlalu, akhirnya sampai juga kami di sebuah tempat yang dikelilingi hutan dan rumah warga. Aku melihat sekeliling, kok gak ada sungai? Ternyata untuk mencapai the real start point-nya kami harus jalan lagi melewati hutan, semacam hiking gitu. Perjalanan menuju the real start point-nya adalah sekitar 5-10 menit dari rumah warga tersebut.

menuju the real start point

Nah, sesampainya kami di start point ini, kelelahan saat di perjalanan satu jam bersama truk, terbayar sudah. Kami kegirangan melihat air di sungai ini.

the real start point

Sebelum mengarungi sungai, kami diarahkan untuk briefing dan berdoa terlebih dahulu sebelum memulai olahraga ini. Setelah itu, kami memilih boat mana yang akan menjadi "sahabat" kami selama 4-5 jam perjalanan ini. Akhirnya kami memilih boat berwarna biru dengan abang-abang guide yang manis-manis :'''''''''>

Penasaran sama apa aja yang ada di sungai Bah Bolon ini selama kami mengarunginya? Kapan-kapan ya saya ceritain lagi sambungannya. Ecek-eceknya ini cerita bersambung gitu.

Dadaaaaah~

p.s.
Berhubung saya belum punya waktu untuk melanjutkan cerita di atas, kalian bisa liat langsung keseruan pada saat kami rafting di sini